Monday, July 28, 2008

Albums in 2008 I've heard so far (part 1)

As part of my preparation in making an "Album of The Year 2008" list by the end of this year (I know it's still a long way to the end of 2008, but there's nothing wrong by preparing yourself from now on, right? Right. :D), here are some of the albums released in 2008 that I've heard so far.

And I will write most in Indonesian from here, just to make it easier for me. :D

1. Konk - The Kooks

Gue suka banget ama album ini. Bukan jenis album yang akan jadi Album Terbaik jujur aja, tapi gue suka musik yang disajikan ama The Kooks disini. Ringan dan mudah dinikmati. Very enjoyable. You can read my complete review on Konk here.

Highlights
: Always Where I Need To Be, Mr. Maker, Tick of Time


2. For Emma, Forever Ago - Bon Iver

Album yang mendapat banyak pujian dari kritikus musik dan rating bagus dari para reviewer. Gue sendiri awalnya kurang bisa kena dengan album ini karena jenis musiknya yang folk akustik dan bertempo cenderung lambat. Tapi setelah beberapa kali didengerin dengan earphones, gue lebih bisa menikmati musiknya dan gue suka. Album ini buat gue paling enak didengerin dengan earphones (gue kurang bisa menikmati kalo denger pake speaker stereo set) dan sambil mengerjakan sesuatu dengan santai. Musiknya akan terasa mengalir dengan indah di telinga. Menenangkan. Beautiful songs. Great album. Highly recommended.

Highlights
: Flume, The Wolves (Act I and II), For Emma


3. Viva La Vida or Death and All His Friends - Coldplay

Album yang bagus dari Coldplay. Bukan album terbaik mereka, tapi bagus. Lebih baik dari X&Y, tapi tidak sebaik Parachutes dan A Rush of Blood To The Head. Terus terang gue agak terbagi dua buat album ini. Di satu sisi, gue suka dan salut dengan eksplorasi dan perkembangan musik mereka. Mereka banyak menambahkan instrumen dan sound musik baru ke dalam lagu-lagu mereka, seperti musik Arab di Yes dan orgel di Lost!. Juga pemilihan alat musik gesek sebagai instrumen utama di beberapa lagu. Very good improvements from the boys actually.

Tapi di sisi lain, gue merasa lagu-lagu di album ini terlalu 'penuh' dan 'berat' dengan berbagai macam bunyi-bunyian. Gue merasa kehilangan kesederhanaan dan kemurnian musik Coldplay yang bikin gue jatuh cinta di Parachutes dan AROBTTH. Seorang teman mengatakan band yang bagus adalah band yang musiknya selalu berevolusi mengikuti perkembangan jaman. Dia benar, hanya saja Viva La Vida tidak membuat gue 'jatuh cinta'. Mungkin gue cuma butuh waktu untuk bisa benar-benar menerima musik baru mereka. Mungkin suatu saat gue akan bisa menyukai Viva La Vida seperti gue menyukai Parachutes. All and all, this is a great album. Definitely will be on my Top 5. :D Really worth buying. I mean it.

Highlights
: Lost!, Lovers In Japan, Viva La Vida, Strawberry Swing


4. Third - Portishead

Selera orang memang berbeda-beda. Untuk album ini misalnya. Beberapa orang sangat suka dengan album ini, sementara gue yah...ngga gitu suka. Ini bukan album yang jelek gue rasa, tapi gue ngga terkesan aja. Portishead disebut-sebut mengusung jenis musik suicidal tunes. Mendengar musiknya dan liriknya yang buat gue terasa depressive, kayanya memang benar. Hehehe... Bukan jenis musik yang gue suka, tapi satu hal yang gue suka dari Portishead adalah gaya menyanyi vokalis Beth Gibbons yang keren.

Highlights
: Nylon Smile, The Rip


5. Brain Thrust Mastery - We Are Scientists

Brain Thrust Mastery adalah album kedua dari We Are Scientists, band indie-rock asal AS. Gue suka banget dengan album debut mereka, With Love & Squalor (2005). Album debut yang bagus. Album kedua ini menurut gue tidak sebaik album pertamanya. Masih dengan gaya musik yang sama, tetapi dikemas tidak semenarik debutnya. Beberapa lagu jadi terasa membosankan, walaupun tetap ada lagu-lagu yang asik.

Highlights
: After Hours, Impatience, Spoken For


6. The Seldom Seen Kid - Elbow

Best album in 2008 so far! This album has a big chance to be #1 on my list. Yang bikin gue terpesona dari album ini adalah setiap lagu memiliki aransemen musik dengan nuansa yang berbeda-beda, tetapi tetap terasa sebagai satu kesatuan. Mulai dari Mirrorball yang menghanyutkan, Grounds For Divorce yang nge-rock, An Audience With The Pope yang bluesy, The Fix yang terasa jazzy, sampe One Day Like This yang megah. Gue bener-bener menikmati setiap lagunya. Album yang wajib didengarkan. Great album from a magnificent band. Love it so much!

Highlights
: all songs, but here are some that really stand out. Grounds For Divorce, An Audience For The Pope, One Day Like This


7. Red Album - Weezer

Album ketiga Weezer yang self-titled setelah Blue Album dan Green Album. Album yang menarik. Tidak jelek, tapi juga ngga bagus-bagus amat. Jadi 'menarik' rasanya adalah kata yang tepat, hehehe.. Di album ini Weezer kembali ke gaya bermusik mereka di Blue Album dan Pinkerton. Satu hal yang baik karena tampaknya album-album terakhir mereka kurang diakui oleh para kritikus maupun para fans. Mereka kembali membawakan lagu-lagu rock manis yang mudah dinikmati. Perbedaan yang cukup signifikan dan (sekali lagi) menarik di album ini adalah setiap anggota band ikut menyanyi sebagai lead vocal di beberapa lagu, sehingga kita tidak akan hanya mendengar suara Rivers Cuomo tetapi juga suara anggota band lainnya. Interesting, don't you think? :D

Highlights
: Troublemaker, Pork and Beans, The Angel and The One


8. Accelerate - REM

Gue selalu suka REM dari dulu. Bukan fans berat sih dan ngga pernah dengerin albumnya secara lengkap juga (kecuali album yang ini), tapi gue suka lagu-lagu mereka. Album ini juga begitu. Secara keseluruhan, ini album yang enak buat didengerin.

Highlights
: Supernatural Superserious, Until The Day is Done, Mr. Richards

That's it for now. Still more albums to come! :)


No comments: